Game Google Doodle Hari Ini, Wilbur Scoville – Ukur Kepedasan Cabai Lawan Es Krim

  • Bagikan
google doodle

CR JAKARTAGoogle menghadirkan game Scoville Di Google Doodle nya Hari ini, yang muncul pada halaman utamanya. Pada permainan ini, pengguna dihadirkan permainan cabai, paprika melawan es krim.

Google menghadirkan Game Google Doodle, populer pada halaman utama pencariannya sejak Senin (27/7/2020) hingga beberapa hari ke depan yang termasuk dalam anjuran di rumah saja.

Game Scoville, awalnya berasal dari orang-orang yang mengerti dan memahami kualitas cabai yang pedas dan membakar lidah hingga merangsang air mata jauh sebelum Colombus mencapai Amerika.

Sebelum Wilbur Scoville, tidak ada yang tahu bagaimana mengukur panas lada. Tim Google Doodle mewujudkan permaianan unik ini dan hasilnya cukup menghibur dan unik.

Cara Memainkannya, pengguna cukup masuk dalam laman utama google. Dan melakukan klik pada tombol play untuk memulai.

Akan terbuka halaman baru yang menampilkan seorang lelaki dengan jas lab putih sedang memegang cabai. Lalu kita dapat melakukan klik pada tombil kanan bawah pada gambar.

Google menampilkan rangkaian animasi permainan game Scoville ini. Tokoh lelaki yang bernama Wilbur Scoville tersebut akan memakan paprika hijau kemudian memakan es krim.

Baca Juga :  10 Cara Agar Artikel Website Terindex Google Cepat 2021

Pengguna akan diminta berperan sebagai es krim yang melawan paprika untuk mengetahui seberapa tingkatan kepedasan. Pengguna akan dibawa ke jenis cabai selanjutnya yaitu jalapeno. Begitu pun seterusnya jika pengguna menang. Namun jika kalah, Wilbur Scoville akan memberikan tingkat kepedasan cabai tersebut.

Siapa sebenarnya Wilbur Scoville ini?. Wilbur Lincoln Scoville adalah seorang kimiawan peneliti pemenang penghargaan, profesor farmakologi dan juga wakil ketua kedua dari American Pharmaceutical Association, dalam bukunya, The Art of Compounding, menyebutkan bahwa susu sebagai penangkal panas merica.

Dilahirkan di Bridgeport Connecticut pada 22 Januari 1865, Scoville mungkin paling diingat untuk tes organoleptiknya, yang menggunakan penguji manusia untuk mengukur kepedasan pada paprika.

Hingga muncullah istilah SHU atau Scoville Heat Units, sebuah sistem untuk mengukur kepedasan. Metode ini dikembangkan Wilbur Scoville sejak 1912. Hingga sekarang, metode ini masih dipakai untuk mengukur tingkat kepedasan cabai atau makanan. Sekarang, cabai terpedas di dunia adalah Carolina Reaper yang dikembangkan The PuckerButt Pepper Company. Cabai ini punya skala kepedasan hingga 1,5 juta SHU. Untuk perbandingan, cabai rawit hanya memiliki rating 50 ribu hingga 225 ribu SHU.

Baca Juga :  2500 Saluran Youtube Terkait Cina dihapus Google

Doodler Olivia When pun memikirkan tentang Scoville dan ujiannya sejak musim panas lalu. Dia menulis bahwa Spiciness merupakan pengalaman universal yang lucu.

“Yang saya pikir membuka pintu bagi kita untuk melakukan sesuatu yang biasanya tidak bisa kita lakukan, seperti permainan pertempuran. Saya mulai membuat storyboard untuk permainan yang bisa dibuka sementara para insinyur mengerjakan pembuatan prototipe. Kemudian saya mulai membuat sketsa dan membuat draft art untuk dimasukkan ke dalam prototipe, sehingga kita bisa melihat seperti apa pengalaman itu dalam bentuk interaktif,” ujarnya.

Setelah itu ia mulai mengerjakan latar belakang, karakter bos, meter, dan kemudian semua animasi karakter, dan mengakhiri animasi. Pada titik tertentu mereka berpikir tentang meletakkannya di mulut manusia, untuk mengklarifikasi hal-hal, tetapi kemudian menyadari bahwa itu mungkin terlalu aneh (untungnya).

  • Bagikan
Positive SSL