Jawaban Sopir Angkot Ini Bikin Bingung Petugas, Saat Melanggar PSBB Kota Bogor

  • Bagikan
8f30366ab47812dc743a0801c1d6f70e

CR BOGOR –Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Bogor melakukan penindakan terhadap para pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hingga pukul 10.30 WIB, Kamis (30/4/2020) tadi puluhan pelanggar ditindak karena melanggar aturan PSBB.

Satu diantara pelanggar adalah seorang sopir angkutan kota (angkot) trayek 05.

Sopir angkot yang belakangan diketahui bernama Maman tersebut tidak menggunakan masker.

Akibatnya ia diberhentikan oleh petugas Satpol PP untuk diberikan tindakan surat pelanggaran.

Namun respon yang diberikan sopir angkot tersebut sangat membingungkan.

Saat ditanya kartu identitas sopir tersebut mengaku tidak punya, pun dengan SIM.

“Aduh kamu gimana sih bawa mobil enggak pegang SIM, KTP juga enggak ada, yaudah yang ada apa,” kata petugas.

Baca Juga :  Antisipasi Demo Buruh, Arus Lalu Lintas Depan Istana Akan Dialihkan

Setelah didata dan diberikan teguran serta surat pelanggaran, Maman ditanya alasan tidak memakai masker.

“Kamu tau ada PSBB kemudian apa atuean PSBB,” tanya petugas.

Kemudian sopir angkot pun menjawab mengetahui aturan PSBB.

“Iya tau pak, maskernya dirumah lupa bawa,” ujar sopir angkutan kota.

Kemudian sopir angkot pun dibawa menghadap Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Operasi (Dalops) Satpol PP Kota Bogor Theo Patrocinio Freitas.

Kemudian untuk efek jera Theo meminta sopir angkutan kota tersebut untuk squat jump.

“Begini saya contohkan ni, sini,” kata theo.

Baca Juga :  Cek Rekening Sekarang ! BLT Subsidi Gaji Termin II Ditransfer ke 4,8 Juta Pekerja

Di lokasi yang sama Kasat Pol PP Kota Bogor Agustian Syach mengatakan bahwa penindakan dolakukan kepada pengguna jalan, baik pengguna kendaraan maupun pejalan kaki.

“Nah mereka mereka yang tidak mengenakan masker itu kita langsung tindak ditempat,” katanya.

Tak hanya melakukan penindakan petugas juga mencatat biodata para pelanggar dan memberikan surat pelanggaran.

Selain itu pelanggar yang tidak menggunakan masker pun diberikan masker.

“Disamping itu kita juga menggunakan masker jadi disamping memberikan penindakan kepada para pelanggar kita juga memberikan masker kepada pelanggar setelah ditindak mereka kami berikan masker,” ujarnya.

Sumber. Tribun

  • Bagikan