Pengawasan perbatasan Bengkulu-Sumbar diperketat

CR Mukomuko – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyatakan hingga kini belum ada penutupan akses Jalan Lintas Sumatera bagi setiap orang dari dan luar daerah ini melalui Posko Penanganan COVID-19, tetapi pengawasannya terhadap kedatangan orang tersebut yang diperketat untuk mencegah penyebaran virus corona baru di daerah ini.


“Tidak ada penutupan, kenapa ditutup, yang ada itu diperketat,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko Syahrizal dalam keterangannya di Mukomuko, Ahad.


Terkait dengan pemeriksaan kartu tanda penduduk (KTP) setiap orang yang melalui Posko Penanganan COVID-19 di perbatasan, dan larangan terhadap kedatangan orang yang memiliki KTP luar daerah ini, menurutnya, pemeriksaan KTP tersebut bagi yang mudik dan balik dari dan luar daerah ini.

Baca Juga :  BMKG Kepahiang Ingatkan Masyarakat Waspada Bencana Tidak Terduga


Ia menyatakan, bukan tidak boleh masuk melalui Posko Penanganan COVID-19 di daerah ini, tetapi yang balik mudik yang tidak diperbolehkan sesuai dengan imbauan Presiden RI.


Pemerintah setempat memperketat pengawasan terhadap kedatangan setiap orang dari dan luar daerah ini yang masuk dan  ke luar melalui Posko Penanganan COVID-19 di perbatasan daerah ini karena di Padang, Provinsi Sumatera Barat sudah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).


“Karena di Padang sudah memberlakukan PSBB sehingga imbas itu kan ke daerah ini juga. Karena orang dari daerah Padang tersebut masuk ke daerah ini, itu yang kita khawatirkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Plt Bupati Kepahiang Pimpin Upacara Hari Santri Nasional


Lebih lanjut, ia menyatakan, bukan tidak boleh masuk ke daerah ini, bagi orang yang bukan orang Mukomuko yang dari sana misalnya yang balik apa lagi yang jalan-jalan itu tidak boleh, tetapi diperketat.


Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, melakukan pengawasan terhadap kedatangan setiap warga dari dan luar daerah ini yang masuk dan ke luar melalui Posko Siaga COVID-19 di perbatasan daerah dengan Provinsi Sumatera Barat selama 24 jam.

Sumber Antara

Cakrawala Rafflesia