Listrik Gratis 450 VA dan Diskon Tarif 900 VA Ternyata Tak Gratis, Ini Penjelasan PLN

  • Bagikan
787443e259b2d28cfaf4e5e23f6ad816

CR – Ada kabar terbaru, listrik gratis 450 VA dan diskon tarif 900 VA ternyata tak gratis, ini penjelasan Dirut PLN.

Di masa pandemi Virus Corona atau covid-19 ini, Pemerintah Jokowi memberi insentif berupa listrik gratis untuk daya 450 VA, dan diskon tarif 50 persen untuk daya 900 VA.

Namun, Perusahaan Listrik Negara atau PLN menyebut diskon hingga listrik gratis tersebut tak benar-benar gratis.

Sebelumnya, Pemerintah Jokowi juga membuka opsi untuk memberi diskon tarif listrik untuk daya 1.300 VA.

PT Perusahaan Listrik Negara ( PLN) memastikan bahwa kebijakan untuk memberikan listrik gratis terhadap pelanggan 450 VA dengan jumlah 23,85 juta, dan memberikan diskon 50% kepada pelanggan 900 VA dengan jumlah 7,33 juta pelanggan memakai anggaran negara.

Alias bukan memakai dana PLN.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan bahwa kebijakan memberikan gratis listrik dan diskon itu berasal dari anggaran negara.

“Akan kami tagihkan ke negara, sekarang kami talangi dulu,” kata Zulfikli dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII,

Saat ini kata Zulkifli, kebijakan itu sudah dilaksanakan 100% pada 9 April 2020.

Namun, Syafruddin Maming Anggota Komisi VII dari Fraksi Golkar mengatakan, bahwa realisasi pelaksanaan pemberian gratis listrik dan diskon listrik belum seluruhnya sampai ke masyarakat.

Bahkan sampai pada tanggal 11 April 2020.

“Tidak cukup pakai medsos, kan banyak juga orang desa yang tidak mengenal medsos,” kata dia.

Sementara, Gus Irawan Pasaribu Anggota Komisi VII dari Fraksi Gerindra mengatakan, BUMN yang mendapatkan penugasan itu harusnya tidak merugi atas kebijakan Pemerintah.

“PLN tidak boleh rugi,” ungkapnya.

Update terbaru menyebutkan kalau pelanggan PLN 900 VA nonsubsidi dan 1.300 VA berpeluang mendapat diskon atau keringanan, sebagai stimulus ekonomi akibat wabah Virus Corona ( covid-19).

Baca Juga :  7 Rumah Warga Dibakar Kelompok Ali Kalora di Sigi

Selain itu, PT PLN (Persero) juga menyalurkan bantuan senilai Rp 10,2 miliar untuk penanggulangan covid-19 di Indonesia.

Bantuan tersebut disalurkan melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Melansir dari Kompas TV, rencana memberikan keringanan untuk pelanggan PLN 900 VA nonsubsidi dan 1.300 VA diungkapkan oleh Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini.

Hal ini menyusul banyak kritik dan saran yang ditujukan ketika PLN memutuskan memberi diskon dan token listrik gratis untuk pelanggan golongan 450 VA dan 900 VA.

“Kami terus memonitor pelanggan rentan yang menggunakan listrik golongan 900 VA nonsubsidi dan 1.300 VA,” kata Zulkifli dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) virtual dengan DPR RI.

Lebih lanjut, Zulkifli menyebut, rata-rata biaya tagihan listrik yang dibayar oleh pelanggan golongan 900 VA nonsubsidi sebesar Rp190.000 per bulan.

Sedangkan biaya tagihan listrik pelanggan golongan 1.300 VA rata-rata mencapai Rp450.000 per bulan.

PLN pun baru bisa memperoleh gambaran mengenai pelanggan-pelanggan mana saja yang akhirnya terdampak covid-19 pada 20 April.

Pasalnya, tanggal 20 di setiap bulan merupakan batas akhir pembayaran tagihan listrik PLN.

“Kalau sudah 20 April kita bisa tahu berapa banyak pelanggan 900 VA dan 1.300 VA yang betul-betul kesulitan membayar listrik.

Nanti akan kami bagikan datanya,” ujar Zulkifli.

Data tersebut nantinya bisa menjadi bahan pertimbangan bagi PLN yang tentunya berkoordinasi dengan pemerintah untuk kelanjutan kebijakan keringanan tarif listrik.

Namun demikian, Zulkifli mengakui kondisi saat ini belum memungkinkan bagi PLN untuk memperluas insentif tarif listrik dalam skala besar dengan menyasar pelanggan sektor bisnis dan industri.

Baca Juga :  Waduh! Tes PCR Gagal Deteksi Mutasi Covid-19 Terbaru

“Kalau insentif skala besar, sudah pasti PLN tidak akan mampu melaksanakannya karena balance sheet kami tidak bisa,” ucap Zulkifli.

Selain itu, PLN juga menyalurkan bantuan senilai Rp 10,2 miliar untuk penanggulangan covid-19 di Indonesia.

“Sebagai perusahaan BUMN, tentu kami ingin hadir untuk turut serta membantu menangani covid-19 yang sedang mewabah di Indonesia.

Semoga upaya yang kami lakukan ini dapat membantu menghentikan penyebaran covid-19 di Indonesia,” ujar Direktur Human Capital Management PLN Muhammad Ali, dilansir dari Kompas dalam artikel ‘Penanggulangan Corona, PLN Sumbang Rp 10,2 Miliar’

Bantuan yang disalurkan melalui Kementerian BUMN antara lain, 6.002 baju hazmat, 19.573 masker, 22.624 sarung tangan, 30 kaca mata, 190 pelindung wajah (face shield), 1.700 penutup kepala, 1.948 liter hand sanitizer, 30 jerigen disinfektan, 3 buah thermogun, serta 70 paket lengkap Alat Pelindung Diri (APD).

“Tahap ini memang kami prioritaskan untuk APD dan keperluan rumah sakit, karena mereka merupakan garda terdepan penanganan covid-19 ini.

Para tenaga medis yang berjuang di rumah sakit untuk mengobati para pasien harus kita dukung dengan membantu menyediakan perlengkapannya,” kata Ali.

Bantuan yang diberikan merupakan hasil penggalangan dana yang dilakukan oleh Tim Manajemen Krisis covid-19 PLN kepada mitra kerja PLN.

“Melihat besarnya sebaran covid-19 ini, kami berinisiatif untuk mengajak mitra kerja sinergi mengumpulkan bantuan, jadi ini sifatnya tidak mengikat.

Syukur, bantuan yang terkumpul cukup banyak,” kata Ali.

Selain bantuan berupa barang, mitra kerja PLN, PT Sumber Segara Primadaya juga telah memberikan bantuan sebesar Rp 10 Miliar yang telah disalurkan melalui Yayasan BUMN Hadir untuk Negeri untuk membantu penanganan covid-19.

  • Bagikan
Positive SSL